Tuesday 17 February 2026 - 22:20
Masjid Merupakan Basis Utama Pembinaan dan Pelayanan kepada Masyarakat

Hawzah/ Ketua Dewan Kebijakan Imam Salat Jumat Iran menegaskan posisi masjid sebagai pusat pembinaan dan pelayanan, dengan menyatakan bahwa masjid bukan sekadar tempat pelaksanaan salat, melainkan basis utama pembinaan mukmin pejuang dan pusat pelayanan bagi kaum dhuafa di masyarakat.

Berita Hawzah – Hujjatul Islam wal Muslimin Hajj Ali Akbari, Ketua Dewan Kebijakan Imam Salat Jumat Iran, dalam penutupan acara nasional pertama para imam masjid yang digelar di Kompleks Budaya dan Pendidikan Wilayah, Qom, menegaskan posisi strategis masjid dalam pembinaan umat dan pelayanan sosial.

Ia merujuk pada datangnya bulan suci Ramadan serta pentingnya memanfaatkan doa-doa mustajab di bulan Sya’ban, seraya menyatakan bahwa Shalawat Sya’baniyah menunjukkan jalan yang jelas dan berkelanjutan dalam melayani kaum dhuafa. Menurutnya, jalan tersebut harus mengalir dalam kehidupan seluruh kaum mukmin. “Kita harus meneladani sirah ini dalam menjalankan misi pelayanan dan dakwah,” ujarnya.

Hajj Ali Akbari mengingatkan bahwa sirah para nabi dan para wali selalu mendahulukan pelayanan sebelum dakwah. Ulama Syiah sejak dahulu dikenal dengan pendekatan tersebut.

Ia menambahkan, sepanjang sejarah para pemimpin agama terlebih dahulu melayani masyarakat, kemudian menyampaikan dakwah. Prinsip inilah yang menjadi dasar kerja ulama Syiah.

Ketua Dewan Kebijakan Imam Salat Jumat Iran itu juga menyoroti peran ulama dalam berbagai krisis. Ia mengatakan, pada masa pandemi Covid-19 para santri dan ulama turun membantu pasien serta hadir di wilayah terdampak banjir dan bencana, membuktikan bahwa ulama tidak hanya menyampaikan nasihat, tetapi juga berada di garis depan pelayanan dan pengorbanan.

Ia kembali menegaskan bahwa masjid merupakan basis utama pembinaan dan pelayanan. “Masjid adalah pusat pembentukan mukmin teladan, mukmin pejuang, dan masyarakat yang berperadaban. Seluruh aktivitas budaya, pendidikan, dan sosial ulama harus bermula dari masjid. Tempat suci ini menjadi ruang lahirnya ukhuwah, solidaritas, dan dukungan sosial antar sesama mukmin.”

Di akhir pernyataannya, Hajj Ali Akbari menekankan bahwa ulama dan masjid harus menjadi pelopor pelayanan sosial agar dakwah kepada Tuhan, Islam, dan wilayah (kepemimpinan) memiliki dampak nyata. “Kembali ke masjid dan menghidupkan kembali perannya dalam pembinaan dan pelayanan adalah sebuah gerakan yang harus dihargai dan diperkuat,” pungkasnya.

Your Comment

You are replying to: .
captcha